ASUHAN KEBIDANAN
PADA ANAK DENGAN IMUNISASI BCG DAN POLIO 1
DI PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN

Pembimbing Praktik    : Erni Yuliastuti,S.Si.T.,M.Kes


Disusun oleh:
Oshi May Wijayanti
PO7124112260


KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLTEKKES BANJARMASIN
JURUSAN KEBIDANAN
BANJARBARU
2014



KONSEP DASAR
IMUNISASI
A.    Pengertian imunisasi
Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan vaksin adalah bahan yang dipakai untuk merangsang pembentukan zat anti yang dimasukkan kedalam tubuh (misalnya vaksin BCG, DPT, dan Campak) dan yang dimasukkan melalui mulut (misalnya vaksin polio). (Hidayat, A: 2008)
B.     Tujuan imunisasi
Tujuan imunisasi adalah diharapkan anak menjadi kebalterhadap penyakit sehingga dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas serta dapat mengurangi kecacatan akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.(Hidayat, A : 2008)
C.    Manfaat Imunisasi
Pemberian imunisasi menurut depkes RI (2001) memberikan manfaat sebagai berikut:
1.      Untuk anak, bermanfaat mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit menular yang sering berjangkit.
2.      Untuk keluarga, bermanfaat menghilangkan kecemasan serta biaya pengobatan jika anak sakit.
3.      Untuk negara, bermanfaat memperbaiki derajat kesehatan, menciptakan bangsa yang kuat dan berakal untuk melanjutkan pembangunan negara.
D.    Indikasi Imunisasi
Gizi kurang, alergi terhadap mono vaksin, misalnya makanan dan obat-obatan.
E.     Kontraindikasi
1.      BCG               : Sakit kulit (luka) ditempat suntikan.
2.      DPT 1              : Panas lebih dari 380C, riwayat kejang demam.
3.      DPT 2, 3, 4      : Reaksi berlebihan setelah imunisasi DPT 1
(misalnya suhu tinggi dengan kejang, penurunan kesadaran, shock)
4.      Polio                : Diare
5.      Campak           : riwayat kejang demam, panas lebih dari 380C
6.      Hepatitis B      : tidak ada

F.     Imunisasi yang wajib diberikan pada anak
1.      Imunisasi Basililus Calmette Guerin (BCG).
a.       Fungsi
Imunisasi BCG berfungsi untuk mencegah penularan TBC, TBC di sebabkan oleh sekelompok Bakteri bernama Mycobakterium Tuberculasis Complex, pada manusia TBC terutama menyerang sistem pernafasan, meskipun orang tubuhnyalainnya juga dapat terserang, TBC biasanya ditularkan melaluai batuk seseorang, seseorang biasanya terinfeksi jika mereka menderita sakit paru-paru dan terdapat Bakteri didahaknya, kondisi lingkungan yang gelap dan lembab juga mendukung terjadinya penularan.
Faktor yang mempengaruhi Evektivitas BCG, lingkungan faktor Genetik, status Gizi.
BCG diberikan 1 kali sebelum aak berumur 2 bulan. BCG ulangan tidak dianjurkan karena keberhasilannya diragukan.
Vaksin disuntikkan secara intrakutan pada lengan atas, untuk bayi berumur kurag dari 1 tahun diberikan sebanyak 0,05 ml dan untuk anak berumur lebih dari 1 tahun diberikan sebanyak 0,1 ml.(Lisnawati, Lilis: 2011)
Vaksin BCG berbentuk bubuk kering harus dilarutkan dengan 4 cc NaCl 0,9%. Setelah dilarutkan harus segera dipakai dalam waktu 3 jam, sisanya dibuang. Penyimapanan pada suhu <50 C terhindar dari sinar matahari.
b.    Efek samping
  Setelah diberikan imunisasi BCG, reaksi yang timbul tidak seperti imunisasi dengan vaksin lain.
Imunisasi BCG tidak menyebabkan demam, setelah 1 – 2 minggu di berikan Imunisasi, akan timbul kemerahan di tempat suntikan yang berubah menjadi pustula, kemudian pecah menjadi luka, luka tidak perlu pengobatan khusus, karena luka ini akan sembuh dengan sendirinya secara spontan.

2.      Imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus)
a.       Fungsi
Imunisasi DPT bertujuan untuk mencegah 3 penyakit sekaligus yaitu Difteri, Pertusis, Tetanus.
1)      Difteri merupakan penyakit yang di sebabkan oleh Bakteri Corynebakterium Diphtheria. Difteri bersifat ganas, mudah menular dan menyerang terutama saluran napas bagian atas, penularan bisa karena kontak langsung melalui bersin atau batuk, atau kontak tidak langsung karena adanya makanan yang terkontaminasi Bakteri Difteri.
Gejala Berupa :
o   Demam lebih kurang dari 380 c.
o   Mual, Muntah, sakit waktu mau  menelan.
o   Terdapat putih ke abu-abuan di Faring. Laring / Tonsil tidak mudah  lepas dan mudah berdarah.
o   Leher membengkak disebabkan karena pembengkakan kelenjar leher dan sesak napas disertai bunyi.
Difteri disebabkan oleh Bakteri yang di temukan di mulut, tenggorokan dan hidung. Defteri menyebabkan selaput tumbuh disekitar bagian dalam tenggorokan, selaput tersebut dapat menyebabkan kesusahan menelan, bernapas dan bahkan bisa mengakibatkan mati lemas.
2)      Pertusis merupakan suatu penyakit yang di sebabkan oleh kuman Bordetella Pertusis, kuman ini mengeluarkan  Toksin yang menyebabkan ambang rangsang batuk menjadi rendah sehingga bila terjadi sedikit saja rangsangan akan terjadi batuk yang hebat dan lama. Serangan batuk  lebih sering pada malam hari Batuk terjadi beruntun dan pada akhir batuk menarik napas panjang terdengar suara “hup” yang khas, biasanya disertai muntah, batuk bisa mencapai 1 – 3 Bulan. Oleh karena itu pertusis disebut juga dengan batuk seratus hari.
Batuk Rejan adalah pemyakit yang menyarang saluran udara dan pernapasan dan sangat mudah menular, penyakit ini menyebabkan serangan batuk parah yang berkepanjangan.
3)      Tetanus merupakan penyakit-penyakit yang di sebabkan oleh infeksi kuman Drostidium Tetani, kuman ini bersifat Anaerob. Sehingga hidup pada lingkungan yang tidak terdapat zat asam (Oksigen). Tetanus dapat menyerang bayi anak-anak bahkan orang dewasa, pada bayi penularan disebabkan karena pemotongan tali pusat tanpa alat yang steril dan cara tradisional dimana alat pemotong dibubuhi ramuan tradisional yang terkontaminasi spora Kuman tetanus, sedangkan pada anak-anak dan orang dewasa bisa terinfeksi karena luka yang kotor / luka Terkontaminasi spora Kuman  tetanus.
Vaksin DPT disuntikkan pada otot lengan atau paha sebanyak 0,5 mL secara intramuskular. Vaksin ini tidak boleh diberikan kepada anak yang sedang sakit berat atau menderita demam tinggi.( Hidayat, A : 2008)
Pemberian vaksin DPT dilakukan 3 kali mulai bayai umur 2 bulan sampai 11 bulan, dengan Interval 4 minggu, Imunisasi ini di berikan 3 kali karena pemberian pertama Antibodi dalam tubuh masih sangat rendah, pemberian kedua mulai meningkat dan pemberian ketisa diperoleh cukupan Antibodi.
b.      Efek samping
DPT sering menyebabkan efek samping yang ringan seperti demam ringan atau nyeri di tempat penyuntikan selama beberapa hari. Efek samping tersebut terjadi karena adanya komponen pertusis di dalam vaksin. (Lisnawati, Lilis : 2011)
3.      Imunisasi Campak
a.       Fungsi
Imunisasi campak ditujukan untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit  Campak.Campak Mieasles / tubella, adalah penyakit Virus akut yang di  sebabkan oleh Virus campak, penyakit ini sangat Infeksius menular sejak awal maqasa Prodromal sampai lebih kurang 4 hari setelah munculnya Ruam.
b.      Cara Pemberian dan Dosis
 Pemberian vaksin campak hanya diberikan satu kali dapat dilakukan pada umur 9 - 11 bulan, dengan dosis 0,5 cc, sebelum disuntikkan, Vaksin Campak terlebih dahulu dilarutkan dengan pelarut stteril yang telah tersedia yang berisi 5 ml cairan pelarut, kemudian suntikan diberikan pada lengan kiri atas secara Subkutan.( Maryunani, Anik : 2010).
c.       Efek samping
Dapat mengalami demam dan kemerahan selama 3 hari yang dapat terjadi 8 - 12 hari setelah divaksinasi.



4.       Imunisasi polio
a.      Fungsi
Merupakan inmunisasi yang bertujuan mencegah penyakit Polomyelitis. Pemberian vaksin polio dapat dikombinasikan dengan vaksin DPT terdapat 2 macam vaksin polio:
1)      Mactivatet polio vaccine (IPU: vaksin salk) mengandung virus polio yang telah di matikan dan diberikan melalui suntikan.
2)      Oral polio vaccine (OPV: vaksin sabin). Mengandung vaksin hidup yang telah di lemahkan dan diberikan dalam bentuk pil atau cairan.
Gaya hidup dengan sanitasi yang kurang akan meningkatkan kemungkinan terserang  poliomyelitis, kebanyakan polio mielytis tidak menunjukan gejala apapun, akan tetapi virus lebih menyarang dan menghancurkan sistem syaraf matorik, hal ini menimbulkan hal kelemahan otot dan kelumpuhan (lumpuh layu akut) kelumpuhan dimulai dengan gejala demam, nyeri otot dan kelumpuhan terjadi pada minggu pertama sakit. Kematian bisa terjadi jika otot-otot pernafasan terinfeksi dan tidak segera di tangani.   
     Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terserang poliomyelitis antara lain dikarenakan malnutrisi, kurangnya sanitasi lingkungan karena suntikan dan juga virus bisa ditularkan melalui plasenta Ibu, sedangkan anti bodi yang di berikan pasif melalui plasenta tidak dapat melindungi bayi adekuat.
Imunisasi dasar polio diberikan 4 kali (polio I, II, III, IV) dengan interval tidak kurang dari 4 minggu. Imunisasi polio ulangan di berikan 1 Tahun setelah imunisasi polio IV, kemudian Pasa saat masuk SD (5 - 6 Tahun) pada saat meninggalkan SD (12 Tahun). Vaksin ini diberikan sebanyak 2 tetes (0,1 ml), langsung kemulut anak / dengan menggunakan sendok yang berisi air gula. Setiap membuka vial baru harus menggunakan penetes (dropper) yang baru harus, cara pemberian : 
1)      Orangtua memegang bayi dengan kepala di sangga dan dimiringkan kebelakang.
2)      Mulut bayai dibuka hati-hati menggunakan ibu jari / dengan menekan pipi bayi dengan jari-jari.
3)      Teteskan 2 tetes vaksin dari alat tetes kedalam lidah, jangan biarkan alat tetes menyentuh bayi.


5.         Imunisasi Hepatitis B
a.       Fungsi
Imunisasi Hepatitis B, ditujukan untuk memberi tubuh kekebalan terhadap penyakit Hepatitis B, Penyakit Hepatitis B disebabkan oleh virus yang telah mempengaruhi organ liver (hati) virus ini akan tinggal selamanya dalam tubuh, bayi-bayi yang terjangkit virus hepatitis beresiko terkena kangker hati / kerusakan pada hati, virus hepatitis B, ditemukan dalam cairan tubuh orang yang terjngkit termasuk darah, ludah dan air mani.
b.      Penularan
Virus hepatitis B, biasanya disebarkan melalui kontak dengan caratubuh (darah, air liur, air mani), penderita penyakit ini / dari ibu ke anak pada saat melahirkan kebanyakan anak kecil yang terkena virus hepatitis B akan menjadi “Pembawa virus” ini berarti mereka dapat memberikan penyakit tersebut padas oranglain, walaupun mereka tidak tidak menunjukan gejala apapun.
c.       Cara pemberian dan dosis
 Imunisasi ini diberikan tiga kali pada umur 10 - 11 bulan melalui intraksi intrasmukular, kandungan vaksinnya adalah HbsAg dalam bentuk cair, terdapat vaksin B - PID (Preffil Injektion Device) yang diberikan sesaat setelah lahir, dapat diberikan pada usia 0 - 7 hari. Vaksin B - PID disuntikkan dengan 1 buah HB PID, vaksin ini menggunakan  PID, merupakan jenis alat suntik yang hanya bisa di gunakan sekali pakai dan telah berisi vaksin dosis tunggal. Vaksin juga diberikan pada anak usia 12 tahun yang dimasa kecilnya belum diberi vaksin hepatitis B..
G.    Jadwal Imunisasi
Menurut Lisnawati, Lilis. 2011
vaksin
Pemberian imunisasi
Selang waktu
umur
BCG
1x
Tidak ada
0-2 bulan
DPT
3x (1, 2,3)
4 minggu
2-11 bulan
Polio
4x (1,2,3,4)
4 minggu
0-11 bulan
Campak
1x
Tidak ada
9-11 bulan
Hep. B
3x (1,2,3)
4 minggu
0-11 bulan
 




DOKUMENTASI ASUHAN KEBIDANAN
PADA ANAK USIA 1 BULAN DENGAN IMUNISASI BCG DAN POLIO 1
DI PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN

Tanggal 16 Januari 2014, pukul 10.30 WITA
Identitas Anak
Nama anak      : An. M
Umur               : 1 bulan
Jenis kelamin   : laki-laki
Tanggal lahir   : 10 Desember 2013
BB lahir           : 3000 gram
PB lahir           : 48 cm
Identitas orang tua

ibu
ayah
Nama
Ny. L
Tn. I
Umur
28 tahun
29 tahun
Agama
Khatolik
Khatolik
Pendidikan
SMU
SMU
Pekerjaan
IRT
Swasta
Alamat
Jl. Kelayan Barat

Prolog
Ibu datang ke puskesmas pada tanggal 16 Januari 2014, pukul 10.00 WITA ingin mengimunisasikan anaknya yang berusia 1 bulan, sebelumnya sudah mendapatkan imunisasi HB.0 di BPM pada saat lahir anak dalam keadaan sehat.
Data Subjektif
Ibu ingin mengimunisasikan anaknya dengan imunisasi BCG dan Polio 1, pada saat ini anak dalam keadaan sehat.
Data Objektif
KU baik, BB : 4000 gram, PB : 53 cm, kulit bayi tidak ada pustul dan bersih, konjungtiva tidak ikterik, sklera putih, pernafasan cuping hidung tidak ada.
Analisa
Anak M dengan imunisasi BCG dan Polio 1
Penatalaksanaan
1.      Menginformasikan hasil pemeriksaan dan asuhan yang diberikan.
2.      Memberitahukan kepada ibu bahwa anaknya akan diberikan suntikan imunisasi BCG & Polio. Ibu mengijinkan bayinya diimunisasi.
3.      Menyiapkan alat yaitu :
o   Vaksin BCG
o   Cairan pelarut
o   Vaksin Polio
o   1 buah penetes (dropper)
o   Alat suntik steril
o   Kapas alkohol
4.      Melarutkan vaksin BCG dan memasukkan vaksin ke dalam spuit sebanyak 0,05 cc dan memasang alat penetes (dropper) pada ampul vaksin polio.
5.      Meminta ibu untuk memposisikan anaknya dipangkuan ibu dengan posisi miring dengan seluruh lengan telanjang.
6.      Memberikan suntikan imunisasi BCG dan Polio 1, imunisasi BCG 0,05 cc melalui IC (intrakutan) pada lengan kanan, imunisasi polio sebanyak 2 tetes (0,01 cc) melalui oral.
7.      Memberikan KIE:
·         Menjelaskan manfaat dari imunsasi BCG dan polio 1. Imunisasi BCG untuk melindungi anak terhadap penyakit tuberculosis (TBC) dan imunisasi polio untuk melindungi pertahanan tubuh agar tidak terserang  penyakit poliomielitis. Ibu mengerti.
·         Menganjurkan ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan.
8.      Menyepakati kunjungan ulang 1 bulan lagi untuk imunisasi berikutnya yaitu combo 1 dan polio 2 (16 Februari 2014). Ibu berjanji akan datang lagi.